RSS

Karena Segalanya Hanyalah Semu



Hidup. Lagi-lagi ngomongin masalah tentang hidup yang gak pernah ada habisnya. Hidup ini mau dijalani atau enggak tetep bakal terus berlanjut. Mau galau, sedih, atau bahagia ya tetep bakal kayak gitu. Kita gak bisa maksain hidup seperti yang kita mau. Misalnya kita pengen orang tersebut baik terus sama kita. Ya gak mungkin dong selamanya dia baik. Adakalanya orang tersebut juga lagi badmood. Mungkin. Kita gak bisa dong maksaain dia untuk terus baik. contohnya gini, Masa iya kita ngomong sama dia “ayo lah baik terus sama aku, ayok traktir aku nasi goreng lagi. kan gak lucu :D

Terkadang ada saja hal yang mampu menyita cukup banyak waktu dan tenaga kita, tanpa kita tau sebenarnya apa tujuan kita melakukannya. Akhirnya tenaga terbuang sia-sia dan waktu terbuang percuma. Tanpa sadar makin lama jatah hidup semakin berkurang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CATATAN DIAWAL SEMANGAT BARU





Akhir-akhir ini, lebih tepatnya mulai akhir November, saya gak semangat buat nulis lagi. Gak berasa udah hampir 3 bulan. Kerjaan saya ya seharian kalo udah pulang kuliah atau kesibukan lainnya seperti ngasdost dan ngeles privat ya saya ungkang-ungkang kaki sambil main game. Tiduran dikasur sambil main Topfarm juga Subwaysurf. Topfarm itu game nya petani gitu, menanam, berkebun juga memelihara hewan ternak. Seperti : sapi, ayam, kambing, domba, lebah sampe ulat sutra. Kalo subway surf gamenya lari di rel di kejar sama pak polisi. Emang sih kalo udah main game itu bawaannya penasaran. Kalo belum selesai ya bawaannya mau main melulu. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gaji Pertama Nguli Jengkol



Sejak kelas 3 sekolah dasar, saya tinggal dengan nenek di kampung. Sedangkan kedua orang tua saya tinggal di daerah kecamatan yang sudah mulai padat dan ramai. Di kampung tempat saya tinggal mayoritas pekerjaan penduduknya adalah bertani. Termasuk saya dan Nenek. Jangan bayangin kampung yang modern ya, soalnya Kampung saya masih kampung banget. Jalan aja masih tanah, listrik belum ada. Masih pake lampu teplok yang asapnya sering bikin hidung jadi hitam. Terus yang punya TV masih jarang banget. Tvnya aja masih hitam putih. Gambarnya gak jelas dan banyak semutnya.  

Tinggal berdua bersama nenek membuat saya meniru segala hal yang dilakukan oleh Nenek. Mulai dari menanam kencur, memetik cengkeh, melinjo, sampai dengan memungut pinang-pinang yang telah jatuh dan mengolahnya. Pinang dibelah dua, kemudian dijemur. Lalu setelah agak kering, antara kulit dan isi pinang dipisahkah. kemudian dijemur kembali. Setelah itu barulah pinang bisa dijual.

Selain itu  di kampung ada beberapa toke jengkol. Saya sering nguli disana untuk mengupas kulit jengkol bersama Nenek. Namanya juga cucu, kemana Nenek pergi ya ikut. :P

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemenang Kuis ISeng Berhadiah Pulsa



Halo, hai :D
Apa kabar hari ini? Semoga sehat selalu ya :)

Pada tau sekarang hari apa?. Tau lah ya, sekarang adalah hari Senin tanggal 18 november 2013. Coba saya ingat-ingat dulu, kayaknya saya punya janji pada hari ini. Apa ya? hmm.

Sepertinya saya ingat sekarang. :D

Kalo tidak salah, saya punya janji untuk mengumumkan pemenang kuis berhadiah pulsa yang telah diadakan tepatnya dua minggu yang lalu. Kalo tidak salah ya sudah pasti benar dong ya. :P

Sebelumnya saya haturkan banyak terima kasih kepada para peserta untuk kuis perdana saya yang berjumlah 27.000 orang, maksudnya dikurangin nol nya tiga. Hehe.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masuk Neraka Siapa Takut #Antara Neraka dan Tajamnya Lidah


Setiap manusia pernah khilaf juga salah, termasuk saya.  Di sini saya ingin berbagi sebuah kisah. Kejadian ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Berawal dari omongan atau perkataan yang mungkin bagi saya sangat sepele kemudian berujung kepada sebuah kesadaran dan penyesalan.
Berfikir sebelum bicara :)

Juli, 2011. Saya tamat dari SMA. Pada saat itu saya  kebingungan ketika harus menentukan kemana saya harus melangkah. Bukan karena saya tidak memiliki rencana, tapi karena keinginan saya begitu banyak. Saat itu keinginan terbesar saya adalah melanjutkan kuliah di luar Pulau Sumatra. Tujuannya sederhana, untuk mencari pengalaman baru dan suasana yang baru. Padahal sebenarnya tidak sesederhana itu. Saya pun mulai merengek kepada Ayah. Namun Ayah tidak menuruti keinginan saya. Padahal biasanya Ayah selalu menuruti semua permintaan saya. Kali ini tidak. Ayah tidak setuju saya kuliah di tempat yang jauh. Tak bisa membujuk Ayah, saya tidak menyerah. Saya akhirnya membujuk Ibu. Saya berharap mendapatkan pembelaan darinya. Namun Ibu ternyata sama. Ibu berpihak kepada Ayah, bukan saya.

Saya termasuk sosok anak yang keras kepala. Saya tetap kekeuh sama pendirian. Saat dinasehati oleh kedua orang tua, saya bungkam. Terdiam tanpa suara. Akhirnya dengan berat hati saya menuruti keinginan kedua orang tua saya. Saya ingin jadi anak yang berbakti. Saya menyadari satu hal, terkadang ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan. Toh, saya bisa merealisasikan keinginan saya diwaktu yang lain, atau menggantinya menjadi mimpi yang baru. Mimpi yang tentunya diridhoi oleh orang tua saya dan Sang Pencipta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS